Apa itu SSH, Manfaat dan Cara Kerja SSH (Secure Shell)

5 min read

apa itu ssh
apa itu ssh

Apa itu SSH – Anda mungkin masih bingung definisi dari SSH yang acapkali istilah ini kita dengar pada kalangan tertentu terutama dikalangan gretongers .

Yaitu orang-orang yang hobi mengakses internet secara gratis, yup mereka menggunakan akun SSH ini untuk tujuan seperti itu.

Namun bukan itu saja kegunaan dari SSH ini ya guys… Untuk lebih detilnya supaya Anda tidak gaptek, Anda sudah benar berada diblog ini.

Karena saya akan menjelaskan dengan gamblang pengertian dari SSH dan juga kegunaan atau fungsi memakai SSH ini.

Apa itu SSH?

SSH / Secure Shell merupakan protokol jaringan yang terenskripsi yang berfungsi mengeksekusi shell sessions / terminal ( text based ) secara lebih secure.

Atau bisa juga disebut sebagai pengganti remote login yang tidak aman sebagai contoh rlogin, rsh, dan telnet sehingga tidak terdeteksi oleh yang lain.

Jadi dengan SSH ini kita bisa mengakses mesin secara remote walaupun kita tidak berada disekitar mesin itu.

Dengan adanya SSH Tunneling ini membuat jaringan publik seperti wifi dan lain sebagainya yang tadinya tidak secure/aman menjadi lebih secure. Karena apa? Karena jejak digital kita takan tercatat pada log di suatu router / server.

Namun SSH juga biasa dipakai untuk trik internet gratisan dengan bantuan tool lainnya yang sudah saya bahas diartikel lain diblog tepat.id ini.

Manfaat SSH

Enaknya lagi SSH bisa Anda gunakan pada Operating Sistem yaitu Windows, Linux, Solaris dan Apple.. Jadi sangat fleksibel.

Berikut daftar manfaat yang Anda dapatkan dari sebuah akun SSH yang Anda miliki:

  • SSH dimanfaatkan sebagai forwarding / tunneling.
  • SSH dimanfaatkan untuk browsing situs via proxy terenskripsi dengan memanfaatkan protokol SOCKS 5 atau 4.
  • SSH dimanfaatkan sebagai Secure File Transfer.
  • SSH menggantikan fungsi Telnet untuk mengkses remote komputer karena jauh lebih aman.
  • SSH digunakan untuk mengeksekusi berbagai perintah di remote komputer.
  • SSH digunakan untuk melakukan Backup, Mirror dan Copy file karena lebih secure.

Keuntungan Penggunaan Akun SSH

Intinya SSH membuat lebih aman karena dengan sistem mengenskripsi data, oleh karenanya bisa melindungi hal-hal buruk yang bisa saja terjadi seperti IP Address Spoofing,  DNS Spoofing dan Manipulasi Data.

Oh ya sob, agar Anda bisa memperoleh akun SSH tersebut Anda bisa memperolehnya secara cuma-cuma melalui website tertentu.

Dengan durasi yang bermacam-macam dari mulai selama 7 hari gratis penggunaan akun SSH hingga selama 30 hari alias sebulan guys.

Cara Kerja SSH

SSH atau secure shell connection menggunakan koneksi dengan model client server, nantinya client server ini akan melakukan koneksi ke SSH Server. SSH client nantinya akan menggunakan kunci kriptografi untuk menuju koneksi server, sehingga akses jaringan menjadi lebih aman.

Penggunaan kunci kriptorafi juga dimaksudkan agar terjadi proses verifikasi dan identifikasi, sehingga SSH server tidak diakses sembarangan.

Inilah yang menyebabkan adanya gagal tersambung ketika kedua server mengunakan koneksi yang berbeda. Baik server SSH client ataupun server harus menggunakan kata kunci yang sama, sehingga proses verifikasi dapat dilalui dengan baik.

Jika suatu koneksi tersambung, maka sambunga akan dienkripsi menggunakan bahasa algoritma. Bahasa tersebut adalah Hash Algorithms dan symmetric encryption, yang membuatnya susah ditembus karena tingkat keamanan yang tinggi.

Tentunya berbagai proses yang panjang tersebut dibuat buka tanpa alasan, proses enkripsi pada SSH dibuat agar data dan kerahasiaan yang dimiliki pengguna tetap aman. Serta dana yang terkirimkan tetap utuh, sehingga baik pihak server atau penerima mendapatkan data yang diinginkan secara lengkap dan tanpa terpotong.

Jika SSH server merupakan pihak yang menerima dan melakukan operasi, maka SSH client merupakan aplikasi yang menghubungkan sistem operasi dengan SSH server. Sehingga ia memiliki peran yang penting dalam aktifitas pengiriman data.

Aplikasi SSH client bisa digunakan untuk berbagai sistem operasi, baik Windows, Linux, maupun MacOS. Untuk pengguna MacOS dan Linux, pengguna tidak perlu melakukan instalasi tambahan untuk memakai fitur ini, sebab ia sudah terpasang dan bisa digunakan di terminal masing-masing.

Untuk menggunakan apliksi SSH client tersebut, Anda hanya perlu melakukan pengaktifkan perintah agar bisa mengelolanya. Berbeda dengan sistem operasi Windows, untuk menggunakan aplikasi ini, Anda diharuskan untuk melakukan instalasi tambahan.

Aplikasi yang disarankan untuk pengguna Windows adalah Putty, yang memiliki grafis dan tampilan yang mudah untuk dimengerti. Setelah melakukan instalasi, pengguna Windows bisa langsung mengaktifkan aplikasi tersebut untuk menggunakan SSH server dan client. Dengan begitu, proses berkirim data bisa dilakukan dengan lebih aman tanapa khawatir adanya pengguna tambahan.  

Saya sertakan video dibawah ini agar Anda lebih jelas melihat cara kerja SSH biar Anda tidak bingung.

Cara Menggunakan SSH

Cara kerja SSH sebenarnya cukup sederhana, dimana model pengiriman data menggunakan cara client server. Client akan melakukan koneksi dengan SSH milik server, kemudian proses koneksi akan terjadi dengan memakai kunci kriptografi. Kunci tersebut dimaksudkan untuk melakukan verifikasi dan identifikasi dengan SSH server.

Apabila terjadi perbedaan, maka jaringan client dan server tidak akan tersambung. Namun jika keduanya memiliki kunci kriptografi yang sama, maka kedua pihak akan melakukan proses verifikasi dan proses penyambungan bisa berlangsung. Koneksi yang sudah tersambung, kemudian akan dilakukan enkripsi.

Proses enkripsi menggunakan bahasa hashing algorithm dan symmetric encription, kedua bahasa kriptografi tersebut memiliki tujuan agar data yang ditukarkan antara server dan client dapat berlangsung secara rahasia. Data tersebut juga akan dijaga kelengkapan dan keutuhannya, sehingga tidak ada data yang tertinggal atau hilang.

SSH client awalnya akan mengawali koneksi, caranya dengan memanggil SSH sever. Aplikasi yang digunakan untuk proses pemanggilan tersebut adalah Putty, yang sering digunakan dalam sistem operasi Windows. Setelahnya, pihak server akan mengirimkan public key pada SSH client. Client kemudian merespon dengan mengirimkan kunci yang serupa dengan milik server.

Jika kedua sudah selesai melakukan aktifitas tersebut, maka keduanya akan melakukan negoisasi. Proses negoisasi tersebut juga diikuti dengan verifikasi koneksi, kemudian terbukalah koneksi jaringan yang aman. Jika semua proses tersebut telah selesai, maka client bisa masuk ke dalam server. Pertukaran data kemudian akan tercapai dengan proses yang terenkripsi.

Untuk menggunakan SSH client dan server, Anda memerlukan aplikasi tambahan untuk sistem operasi Windows, yakni Putty. Sedangkan untuk pengguna MacOs dan Linux, sudah terdapat aplikasi tersebut di dalam sistem operasinya. Dengan begitu, untuk menggunakannya, Anda hanya perlu mengaktifkannya dengan perintah yang ada.

Pengguna MacOs dan Linux bisa mengaktifkan aplikasi tersebut dengan menggunakan perintas username dan alamat dari user. Tekan enter ketika perintah tersebut sudah selesai Anda masukkan, lanjutkan dengan memasukkan password dan username. Masukkan dengan benar sehingga koneksi bisa tersambung dengan mudah melaui dua jalur terminal yang ada.

Teknologi Enkripsi SSH Yang Harus Anda Tahu

Dalam penggunannya terdapat tiga jenis SSH yang sering digunakan, Anda bisa menggunaknnya sesuai dengan kebutuhan dan jenis yang diinginkan. Diantara ketiga jenis enkripsi SSH yang paling sering digunakan adalah:

1. Enkripsi Simetris

Lebih sering dikenal sebagai enskripsi kunci, atau sering disebut sebagai shared key. Enkripsi ini memanfaatkan kunci untuk melakukan deksripsi ataupun enkripsi, baik untuk mengiriman data ke server ataupun sebaliknya.

Terdapat sepasang kunci yang digunakan dalam sistem ini, kunci yang pertama ada di server, sedangkan kunci kedua terdapat di user yang lain. dengan begitu, sistem ini banyak digunakan karena hanya user yang terpercaya yang bisa masuk ke jaringan milik server. Tiap user yang hendak melakukan koneksi dengan server akan memiliki kunci tersebut.

2. Enkripsi Asimetris

Selanjutnya adalah enkripsi asimetris yang menggunakan dua kunci, kunci tersebut adalah kunci publik dan kunci private. Perbedaanya terletak dari pengunaan kunci tersebut, untuk kunci publik bisa digunakan oleh user atupun client, sedangkan untuk kunci private dimliki oleh server saja.

Apabila pengguna menggunakan kunci publik, maka semua client dapat dengan mudah mengakses dan menggunakannya. Namun proses pertukaran data yang dilakukan oleh kedua pihak bersifat asimetris. Dimana proses enkripsi hanya bisa dilakukan oleh pasangan kunci publik dan private.

Dengan begitu, hubungan yang terjadi hanya berlaku satu arah. Dimana pemilik kunci publik tidak bisa lagi membuka pesan yang ia kirimkan setelah proses enkripsi dilakukan.

3. Hashing

Merupakan jenis bahasa kriptografi yang tidak bisa dilakukan dekripsi, sebab hanya berlangsung dalam satu arah. Aplikasi ini dimaksudkan untuk membuat enkripsi yang panjang, serta tidak memiliki bentuk pola yang teratur. Dengan begitu pesan yang dikirimkan tidak dapat dilakukan eksploitasi.

Fungsi lebh dari aplikasi ini adalah membuat enkripsi yang tidak hanya panjang, namun juga memiliki nilai yang unik. Jenis enkripsi ini juga sering disebt one way hash, yang artinya hashing satu arah.

Daftar Akun SSH Dratis

Server Host: ssh.freevpn.us

  • Nama Pengguna SSH: freevpn.us
  • Kata Sandi SSH: freevpn.us
  • SSH port: 80, 443, 43
  • Squid proxy port: 8080, 3128
  • squid proxy ip/host: ssh.freevpn.us
  • Ssh Lifetime Account – Jagoanssh.Com

Server Host: ssh.jagoanssh.com

  • Nama Pengguna SSH: jagoanssh
  • Kata Sandi SSH: jagoanssh
  • Dropbear port: 80, 777
  • SSL Port: 443
  • Openssh: 22, 143
  • Squid proxy ip/host: proxy.jagoanssh.com

Fastssh.Com Lifetime Ssh Account

  • Nama Pengguna SSH: fastssh.com
  • Kata Sandi SSH : fastssh.com
  • OpenSSH Port: 22, 143
  • DropBear Port: 443, 109
  • Squid proxy ip: see fastssh squid proxy list
  • Squid Port: 8080, 80, 3128
  • Ssh Lifetime Account – Ciscossh.Com

Server Host: ssh.life.id

  • Nama Pengguna SSH: lifetime
  • Kata Sandi SSH: 123456
  • SSH Port: 80, 443, 143
  • Squid proxy port : 2000, 3128
  • Squid proxy ip : select yours from any squid proxy provider
  • Ssh Lifetime Account – Freevpn.Us

Bagaimana Cara Membuat Akun SSH Gratis?

Untuk membuat akun ssh gratis sebenarnya sangat mudah kawan, silakan klik link ini saja dan ikuti segala petunjuk yang ada.

Demikianlah artikel tentang √ Apa itu SSH, Manfaat & Cara Kerja SSH (Secure Shell) 2021, semoga Anda bertambah pintar dan menambah wawasan Anda jadi tidak bingung lagi kan he he he…. Jadi cukup luas kan penggunaan SSH dari yang kita pikirkan ya guys.

Stephen Lee, ST. Seorang sarjana S1 lulusan Teknik Informatika. Semoga menjadi orang paling bermanfaat dimuka bumi.
Stephen Lee, ST. Seorang sarjana S1 lulusan Teknik Informatika. Semoga menjadi orang paling bermanfaat dimuka bumi.

1 Komentar untuk “Apa itu SSH, Manfaat dan Cara Kerja SSH (Secure…”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maaf mengandung Hak Cipta